Thursday, April 12, 2012

Keteladanan HB IX

HB IX

Hari ini 12 April 2012 genap satu abad kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX, . Lelaki bernama kecil GRM Dorodjatun itu memiliki banyak kisah yang patut menjadi teladan.
Pada masanya kepemimpinannya HB IX memang telah menjadi teladan akan sikap dan sifatnya yang sangat merakyat. Seperti kisah saat HB IX membantu pedagang beras tua tanpa mau menerima
imbalan dan tanpa menjelaskan siapa dirinya.
Selain itu kisah saat HB IX yang kala itu menjadi Menteri Pertahanan dan ditilang saat mengendarai sendiri kendaraannya. Namun beliau sama sekali tidak memanfaatkan jabatannya dan malah bersedia untuk ditilang.
Banyak sudah kisah-kisah teladan dari mantan Wakil Presiden di masa Soekarno ini. Tidak itu saja, kendati lama bermukim dan belajar di negeri Belanda, sikap dan sifatnya tidak pernah berubah.
Bahkan dengan apa yang didapatnya, HB IX malah ingin menyatukan antara Barat dan Timur. Ia pun tidak memihak Belanda, bahkan menolak keberadaan penjajah di Bumi Ngayogyakarta.
Masih seringnya orang-orang membicarakan HB IX membuktikan jika beliau merupakan sosok pemimpin yang komplet. Tidak hanya kuat dalam menjaga tradisi tetapi juga terbuka dengan pemikiran modern. Seperti disampaikan Pengamat Budaya dari UGM, Djoko Dwiyanto, sifat HB IX memadukan jiwa kepemimpinan yang tradisional, karismatik dan legal rasional. Sebagai seorang Ngarso Ndalem, HB IX tetap menunjukan sikap yang kharismatik.
Selalu berbaur dengan masyarakat, tidak ingin terlihat menonjol dari sisi pakaian dan sikapnya. Hal itu menunjukan betapa bersahajanya HB IX. Bahkan beliaupun mau berbaur dengan rakyat bawah yang sejatinya jika bertemu akan menyembah raja mereka.
Secara legal rasional, HB IX pernah menjabat sebagai Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan (Menko Ekuin) dan memimpin secara langsung peralihan ekonomi dari Orde Lama (Orla) ke Orde Baru (Orba). Bahkan kedudukan sebagai Wakil Presiden RI tahun 19878-1983 juga pernah dirasakan.
Membaca dan mendengar kisah-kisah keteladanan HB IX dari saksi hidup, memang tidak akan pernah habisnya. Dan di zaman sekarang, masih adakah pejabat, atau pemimpin yang memiliki sifat dan sikap seperti HB IX?
Pejabat dan pemimpin saat ini seperti gelap mata, haus kekuasaan, haus akan jabatan. Setelah menjadi pimpinan dan pejabat, lupa akan masyarakatnya. Bahkan kursi empuk pun seperti enggan ditinggalkannya.
Haus kekuasaan menjadikan pemimpin dan pejabat kehilangan kendali. Korupsi, kolusi dan nepotisme seperti menjadi makanan yang enak bagi mereka. Masih adakan pemimpin seperti HB IX di negeri ini. Dan kita butuh seorang negarawan dan pemimpin seperti HB IX.





sumber : http://www.harianjogja.com/2012/harian-jogja/tajuk/tajuk-keteladanan-hb-ix-177866

No comments:

Post a Comment

Daftar isi