SLEMAN—Nama besar Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dikenal masyarakat dunia saat ini tidak lepas dari campur tangan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX.
Sejarawan UGM Prof. Djoko Suryo menyampaikan HB IX merupakan salah satu founding father kampus tersebut. Adapun peranan beliau tampak sejak Balai Perguruan Tinggi UGM pada 17 Februari 1946 dilahirkan.
Selanjutnya, UGM yang bermetamorfosa menjadi Universitiet Negeri Gadjah Mada pada 19 Desember 1949 dan resmi menyandang nama UGM pada 1954.
Di samping itu, HB IX juga ikut mendukung penggabungan pendidikan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah di Klaten, Surakarta dan Jogja menjadi satu perguruan tinggi yaitu UGM di bawah Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan.
“Ngarso Ndalem mendukung secara penuh, tidak hanya secara partisipatif, tetapi sejak awal ikut menggagas dan mewujudkan secara institusional dan aktual,” kata dia dia dalam acara peringatan 1 Abad Sri Sultan HB IX yang digelar di Pusat Kebudayaan Koesnadi Harjasoemantri (PKKH) UGM, Selasa (10/4).
Kiprah lain yang diberikan HB IX tampak dari konsistensinya dalam dunia pendidikan. Sitihinggil, Pagelaran Kraton dan gedung lain disediakan untuk kegiatan akademis. Selain itu ia juga menyediakan tanah kraton sebagai lokasi pendirian kampus UGM baru di Bulaksumur dan sekitarnya.
Salah satu putra HB IX, GBPH Joyokusumo menyampaikan sejak usia empat tahun HB IX bermukim di Belanda. Raja Kraton Jogja ini sengaja ditempatkan di negara tersebut agar dapat mengetahui kebiasaan dan perilaku orang Belanda dalam memperlakukan orang lain saat di negara sendiri maupun di negeri orang.
Meski demikian, HB IX selalu menyatakan dirinya sebagai orang jawa. Ilmu yang dimilikinya merupakan sumberdaya yang perlu dimanfaatkan untuk rakyat. Menghadapi perubahan zaman, ia juga berusaha mengawinkan budaya Barat dan Timur.
“Tapi beliau menjaga agar masing-masing budaya tidak saling mengalahkan. Khususnya budaya Timur jangan sampai kehilangan jati dirinya,” papar Joyo.
sumber : http://www.harianjogja.com/2012/pendidikan/universitas-gadjah-mada-tak-bisa-lepas-dari-hb-ix-177562
memang seorang pemimpin harus belajar dari maana saja , dan harus bermanfaat
ReplyDeletebetul. :)
Delete